Saturday, 11 May 2013

Tenis aja butuh hening


Aku baru saja selesai nonton pertandingan tenis wta di tv. Pertandingan yang lumayan seru antara anna ivanovic vs maria sharapova. Pada set pertama Sharapova memenangi pertandingan setelah sempat tertinggal. Set keduapun dia sempat tertinggal dua game meskipun akhirnya dia tampil sebagai pemenang pertandingan semifinal wta.

Ada satu kejadian yang menarik pemikiranku dalam pertandingan tersebut. Dalam kedudukan 3-3 set kedua, ivanovic memegang servis, tiba-tiba terdengar tangisan anak-anak. Suara tangis itu terdengar jelas olehku juga yang hanya menontonnya dari layar tv. Dari tv kulihat garis wajah ivanovic yang merasa terganggu oleh suara tangis, dia sempat menoleh ke arah penonton seolah ingin berkata , “please…quiet” Dia menunda bola servisnya hingga layar tv menayangkan seorang perempuan menggendong seorang anak menjauhi barisan penonton. Dan, pertandingan mulai lagi.

Hening.. Ya, keheninganlah yang dibutuhkan ivanovic. Alangkah berharganya sebuah keheningan bagi petenis asal Serbia ini, meskipun, akhirnya Ivanovic harus mengakui keunggulan rivalnya pada game tersebut. Bukan hanya itu, dia juga terhenti melaju ke babak selanjutnya karena set kedua kalah lagi.

Lantas, bagaimana dalam keseharian yaa..?? Tentu saja aku butuh hening. Sebab, hening sangat membantu berkonsentrasi; ntah aku melakukan sesuatu atau tidak. Jiwa atau hati yang hening setidaknya akan membantu dalam memutuskan suatu hal dan bertindak. Membantu memilah-milah mana yang semestinya/pantas dilakukan atau sebaliknya. Menurutku, semakin sering berhening semakin berkualitas heningnya. Aku mengukur kualitas itu dari kemampuan seseorang tetap hening walaupun suasana lingkungan sekitarnya carut marut. Berarti, ivanovic perlu lebih sering berhening biar lain pertandingan dia nggak terganggu suara tangis anak-anak (sehingga tak perlu dipergikan dari stadion) atau suara lainnya.

Ahaaaaa rasa-rasanya, bila melihat problematika keseharian yang ditayangkan tv, perlu diusulkan hening diproduksi secara masal. Atau, mungkinkah hening dikemas dalam bentuk kapsul dan herbal? Atau, perlu dibuat undang-undang yang menetapkan setiap warga Negara disarankan memiliki jiwa/hati hening dan memiliki waktu hening setidaknya tiap jam sekali..eh..yang diwajibkan aja nggak digubris yak (aturan-aturan, pajak, sumpah jabatan, dll), apalagi yang disarankan.

Kembali ke pertandingan tenis ivanovic vs sharapova. Tiap kali penambahan skor penonton bertepuk tangan, beberapa detik kemudian empire, melalui mikrofon mengatakan, “Gracias”. Maka arena menjadi hening kembali.






No comments: