Aku baru saja selesai nonton pertandingan tenis wta di tv. Pertandingan yang lumayan seru antara anna ivanovic vs maria sharapova. Pada set pertama Sharapova memenangi pertandingan setelah sempat tertinggal. Set keduapun dia sempat tertinggal dua game meskipun akhirnya dia tampil sebagai pemenang pertandingan semifinal wta.
Ada satu kejadian yang menarik pemikiranku dalam
pertandingan tersebut. Dalam kedudukan 3-3 set kedua, ivanovic memegang servis,
tiba-tiba terdengar tangisan anak-anak. Suara tangis itu terdengar jelas olehku
juga yang hanya menontonnya dari layar tv. Dari tv kulihat garis wajah ivanovic yang merasa
terganggu oleh suara tangis, dia sempat menoleh ke arah penonton seolah ingin
berkata , “please…quiet” Dia menunda bola servisnya hingga layar tv menayangkan
seorang perempuan menggendong seorang anak menjauhi barisan penonton. Dan,
pertandingan mulai lagi.
Hening.. Ya, keheninganlah yang dibutuhkan ivanovic. Alangkah
berharganya sebuah keheningan bagi petenis asal Serbia ini, meskipun, akhirnya
Ivanovic harus mengakui keunggulan rivalnya pada game tersebut. Bukan hanya
itu, dia juga terhenti melaju ke babak selanjutnya karena set kedua kalah lagi.
Lantas, bagaimana dalam keseharian yaa..?? Tentu saja aku
butuh hening. Sebab, hening sangat membantu berkonsentrasi; ntah aku melakukan
sesuatu atau tidak. Jiwa atau hati yang hening setidaknya akan membantu dalam
memutuskan suatu hal dan bertindak. Membantu memilah-milah mana yang
semestinya/pantas dilakukan atau sebaliknya. Menurutku, semakin sering berhening semakin
berkualitas heningnya. Aku mengukur kualitas itu dari kemampuan seseorang tetap
hening walaupun suasana lingkungan sekitarnya carut marut. Berarti, ivanovic perlu
lebih sering berhening biar lain pertandingan dia nggak terganggu suara tangis
anak-anak (sehingga tak perlu dipergikan dari stadion) atau suara lainnya.
Ahaaaaa rasa-rasanya, bila melihat problematika keseharian
yang ditayangkan tv, perlu diusulkan hening diproduksi secara masal. Atau,
mungkinkah hening dikemas dalam bentuk kapsul dan herbal? Atau, perlu dibuat
undang-undang yang menetapkan setiap warga Negara disarankan memiliki jiwa/hati
hening dan memiliki waktu hening setidaknya tiap jam sekali..eh..yang diwajibkan
aja nggak digubris yak (aturan-aturan, pajak, sumpah jabatan, dll), apalagi yang disarankan.
Kembali ke pertandingan tenis ivanovic vs sharapova. Tiap kali penambahan
skor penonton bertepuk tangan, beberapa detik kemudian empire, melalui mikrofon
mengatakan, “Gracias”. Maka arena menjadi hening kembali.
No comments:
Post a Comment