di trotoar siang kupetik
tua pandang jalanan
sepasang insan gerimis
pun pasak-pasak mengganjal bis
-apalagi yang bertahan di tengah
seret waktu lain dari ketegaran
lalu kunaikkan lagu
hibur angin sayu kekasih
tak'kan lama musim berganti
morgana mataku
ketika Mudji renang-renang didalamnya
apa masih ngiang sabdamu
kian parau kata
o mungkin hanya aku
sebab kau cerdik elus
suara jadikan pegas hidupmu
Mudji
terbang debu sayap-sayap kakimu
aroma sedan kucium
laju jendela
remang kaca buat kau ngigau
tentang tamasya sejauh rambut dari telinga
memanjang dawai-dawai syair
ku lesap di mata siapa
notasi lesu lekat di pintu
akankah henti Mudji
jalan trotoar menyambung amenanku
9 Septermber 2011
No comments:
Post a Comment