Thursday, 18 July 2013

Di Trotoar Mudji (untuk Romo Mudji)

di trotoar siang kupetik
tua pandang jalanan
sepasang insan gerimis
pun pasak-pasak mengganjal bis
-apalagi yang bertahan di tengah
seret waktu lain dari ketegaran

lalu kunaikkan lagu
hibur angin sayu kekasih
tak'kan lama musim berganti
morgana mataku

ketika Mudji renang-renang didalamnya
apa masih ngiang sabdamu
kian parau kata
o mungkin hanya aku
sebab kau cerdik elus
suara jadikan pegas hidupmu
Mudji

terbang debu sayap-sayap kakimu
aroma sedan kucium
laju jendela
remang kaca buat kau ngigau
tentang tamasya sejauh rambut dari telinga

memanjang dawai-dawai syair
ku lesap di mata siapa
notasi lesu lekat di pintu

akankah henti Mudji
jalan trotoar menyambung amenanku


9 Septermber 2011

No comments: