Tuesday, 13 May 2014

Manusia Untuk Nyamuk Ataukah Nyamuk Untuk Manusia?

Saya percaya segala sesuatu diciptakan memiliki tujuan (makna). Misalnya, cacing, selain sebagai hewan pengurai, jenis cacing tertentu bisa digunakan sebagai obat. Dan sudah beberapa malam ini saya memikirkan tujuan dari penciptaan nyamuk.
Tiap malam saya harus memburu nyamuk di kamar. Soalnya saya benar-benar terganggu dengan suaranya, terlebih bekas gigitannya yang menimbulkan bentol dan gatal. Efek lanjutannya bisa jadi koreng, akibat gatal yang digaruk menjadi luka. Belum lagi kalau itu jenis nyamuk pembawa penyakit.
Seingat saya pada pelajaran SMP, nyamuk termasuk insecta. Untuk memperjelas ingatan saya kemudian menelusuri google dengan kata kunci nyamuk. Rupanya nyamuk terdiri dari 35 genera mencakup 2700 spesies. "Yang di kamar saya ini berapa spesies yak?" Dan dari sekian penjelasan di wikipidia-laman yang saya buka- saya tak menemukan fungsi nyamuk, selain yang saya tahu, sebagai 'cemilan' amphibi dan makanan cicak.
Dari hasil pengamatan kecil-kecilan saya, nyamuk kalau sudah kekenyangan menghisap darah terbangnya semakin lambat. Bahkan, lebih banyak hinggap ketimbang terbang-terbang. Satu buktinya, seprai kasur saya banyak noda darah, "Ah, tapi bukan film ranjang yang ternoda". Saya menduga, nyamuk-nyamuk yang kenyang dari menghisap darah saya malas terbang. Mereka hinggap di seprai kemudian tertindih badan saya.
Meski tiap malam saya berburu nyamuk itupun secara tradisional alias menggunakan tangan, selalu saja merasa kalah. Saya sering terbangun karena dengungan atau gigitannya, dan pagi hari mendapati badan saya bentol-bentol. Padahal, sebelum tidur, saya merasa sudah mematikan banyak nyamuk. Dan saat berburu, seringnya, tak ada nyamuk yang terbang-terbang.
Karena superioritas nyamuk terhadap saya itu maka muncul pertanyaan dalam pikiran saya, "Sebenarnya nyamuk diciptakan untuk siapa dan untuk apa?"
Kembali pada tujuan penciptaan, terhadap hewan nyamuk, hingga malam ini saya belum menemukan. Rasanya perlu dilakukan riset fungsi positif dari nyamuk, barangkali bisa jadi obat. Sayangnya semangat meneliti di negara ini masih rendah.
Plak..saya baru saja menepuk nyamuk..

No comments: