Thursday, 26 June 2014

Tentang Gerimis Pagi Ini

Kamu tahu mengapa gerimis pagi ini lebih luka ketimbang hujan?
Dia tak menjawabku.
Kamu dengarkah bunyi gerimis di genting atau di seng? Begitu tipis, begitu pilu, dan begitu lambat seperti jalannya rombongan pengantar jenazah.
Coba kamu ke luar, berdiri di antara gerimis. Rasakah jarum-jarum yang jatuh dari langit menembus kepalamu? Merobek kantung memorimu, merangsek jantung dan hatimu.
Lantas inilah yang tersisa dari gerimis : Kepalamu menyenandungkan segala luka menjadi
sebuah ingatan yang menyentuh titik melodius ingatanmu. Segera kamu mencari syairnya. Mendownload tiap detilnya dengan sabar demi memastikan sejarah masih tetap terjaga di sudut-sudut gelapnya pun luka yang menyertainya.
Dan hujan ibarat pesta, sebuah parade dengan segala hentak mars. Di sana kamu temukan sejarah-sejarah yang penuh luka melambaikan tangan seraya tersenyum manis. Kemudian kamu pulang dengan membawa rasa manis dari senyuman-senyuman itu sebagai oleh-oleh seisi rumahmu.
Kamu tak ingin tahu di mana lukanya kan?
Dia tetap tak menjawabku.


26 Juni 2014

No comments: