Friday, 1 August 2014

Agustus Tlah Tiba

Agustus tlah tiba. Segalanya masih berjalan. Saya masih bangun dan memulai hidup dipagi hari. Saya masih minum teh/kopi/susu dengan sebelah tangan. Bumi masih berotasi dan pada saat bersamaan berevolusi; menjadikan matahari tetap terbit di timur, meski tidak di timur tepat, kadang agak ke utara kadang agak ke selatan. Demikian segalanya saya dapati masih sama seperti sekian tahun silam dan berabad tahun lalu juga.

Bulan yang dalam bahasa finlandia elokuu memiliki arti "bulan panen" diambil dari nama Octavianus Augustus, kaisar romawi. Bulan ini diwakili angka 8 (delapan). Sebuah bilangan yang terbentuk dari garis tak terputus, bisa juga dari bentukan dua bulatan atau angka nol yang dipertemukan. Meskipun O (nol) juga bilangan yang tak terputus namun delapan memiliki titik singgung atau pertemuan di tengah. Bila itu dua orang berbeda bersatu yang membuat bentuk atau pola baru, sebuah keseimbangan di antara sisinya - angka delapan. Pada astrologi, bulan Agustus diwakili binatang singa.

Bagi orang Indonesia tidak saya temukan cerita yang spesial perihal penamaan bulan Agustus. Tapi, peristiwa istimewa bagi bangsa Indonesia terjadi pada 17 Agustus 1945. Proklamasi kemerdekaan merupakan puncak pertama perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, lepas dari jajahan bangsa Jepang yang menyebut bulan Agustus -bulan kedelapan sebagai bulan dedaunan.

Terkhusus tahun ini bulan Agustus agak istimewa karena kita tlah melewati pemilu, ramadhan dan lebaran. Dan kenyataan kita masih mendaki puncak yang lain, lepas dari jajahan terselubung.

Inilah bulan ketika saya meraung bagai singa yang tertusuk udara di luar ketuban. Yang kemudian saya mengenalnya sebagai kehidupan -dunia.

Mereka yang percaya simbol dan tanda-tanda terus menafsirkannya.


Mereka yang percaya ilmu pengetahuan terus menaklukannya.

Mereka yang percaya keajaiban terus menantikannya.


Mereka yang percaya saja terus bekerja dan berdoa.

No comments: