Aku pohon tak berdaun
Tumbuh dalam sepi terbaring dalam
Kemarau panjang tumbang
Pada gerimis pertama
Reranting berpijar
Semarak bau tanah membumbung
Serupa bau tubuh laki-laki selepas bercinta
kefanaan yang tak kukenal dari hijaunya daun
Gerimis kian rapat
Dan lengkung kenangan mengantarkanku
Berdiri di pintu langit
Keperakan di mataku
Oh rinai hujan oh kasihku
Betapa rindu aku pada suaramu yang
Rintik juga menderu
Adakah kau di antara yang
Kutangkup dari cucuran atap
Membasuh akarku yang perlahan layu
Oh kasihku
Selama kita masih menangkup rinai yang sama
Selama masih menderu dada kita
Aku hidup bagimu
No comments:
Post a Comment